Dan Jenny memandangku dengan tatapan yang membuat aku bergidik.“Jen… kamu mmph…”, kata kataku tertahan karena Jenny sudah melumat bibirku dengan sangat bernafsu.Tak butuh waktu lama, aku terlarut dan memejamkan mataku. Desi XXX Jenny mengikutiku masuk ke WC.Aku mencoba mengatur nafasku yang memburu. Aku menggigit bibir mencoba bertahan untuk tidak mendesah. Aku dan Jenny saling pandang, kulihat muka Jenny memerah. Aku mulai menderita dalam kenikmatan yang amat sangat ini, keringatku makin bercucuran membasahi sekujur tubuhku. Wajahnya sama sekali tidak ramah. “Saya juga pak”, Jenny ikut memberikan alasan. Aku mengerang tertahan menahan sakit yang bercampur nikmat ini. kebetulan aku merasa ingin ke toilet.“Jen, aku ke toilet dulu ya”, bisikku. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Selain itu aku juga takut ketahuan kalau berlama lama mengintip. Aku menggigit bibir mencoba bertahan untuk tidak mendesah.




















