Betapa kagetnya aku ketika meraba benda itu ternyata adalah payudara wanita. remas dadaku Fer.. XXX Hindi kamu sih asal ngomong!” Wilona mencoba menenangkan sambil menyikut dadaku.Aku diam saja dari pada ribut sama cewek, bukannya takut tapi bikin pusing apalagi mendengar omelan Salsa kalau lagi marah.Sesampainya di kostan, aku menyuruh mereka untuk beristirahat saja, aku sendiri segera masuk kamar. ntar aku lapor akkhh sama Vivi.. idih.. hi.. Kalau dilihat-lihat dia mirip dengan Mikha tambayong, sedangkan wilona seangkatan denganku tapi dari fakultas psikologi, pacarnya adalah salah satu temanku yang sedang belajar diluar negeri.Wilona orangnya baik lebih banyak tertawa, kadang-kadang suka bercanda kelewatan, tingginya sekitar 160 cm dengan bodi langsing, itu lah yang membuatku ingin berteman dengannya.Hari itu sudah gelap dan jam sudah menunjukkan angka 7, kami sudah selesai berbelanja dan sedang menuju ketempat parkir.Tempat itu sudah sepi dan gelap karena aku kebetulan parkir di tingkat yang paling atas jadi jarang ada kendaraan.




















