Aku duduk tidak jauh dari ketiga orang tersebut. Sekarang celana dalam Dhini terlepas sudah… lalu si Ucok mengarahkan bibirnya ke vagina Dhini, jemari tangannya mencoba untuk membuka bibir Vagina istriku yang masih rapat. XXX Hindi Sedangkan 1 orang lagi berperawakan besar dan gemuk dan berkepala pelontos, perkiraan ku dia berusia lebih dari 50 tahun, dia tak berbaju sehingga terlihat perutnya yang besar dan tato di lengannya. Ibarat menebak2 cerita misteri yang belum tahu hasil akhirnya…atau seperti menunggu nilai hasil ujian semester ketika aku berkuliah dulu.“Dhini…aku mau ngerokok dulu diluar yaa…kamu kan ga suka kalau aku ngerokok di kamar…iya kan?…tadi aku belum sempat ngrokok dimobil..he he.. Aiih kau Karim…pura-pura pula orang ini….menegangkan ototnya kau tadi….bukan mengendurkan….harusnya kau terima kasih padaku ..sudah diberi cuma-cuma menikmati bini gua…kataku dalam hati.“Sebentar pak…aku kencing dulu yaa pak….dan lanjut aku habiskan rokok sebatang ini dulu pak..maaf pak…setelah itu kito berangkat….” sambungnya denga logat Palembang yang kental, sambil mengambil rokok dari tas pinggangya.Aku menuju kemobil…aku perhatikan kembali tubuh istriku yang masih terlentang di jok mobil.




















