Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Padahal aku tidak memintanya. Bokep China “Kamu bawa mobil..?” tanyaku heran. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup tampan wajahnya dan bertubuh atletis. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan pria itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan Perak, sebenarnya aku mau langsung pulang. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. “Akh.., kayak nama perempuan..” celetuknya. Soalnya kamu pasti lebih muda dari aku..” katanya mengusulkan.Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa teman yang baru dikenalnya ke dalam kamar. Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. “Nama kamu bagus..,” aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja. Uwak memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya, bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. “Jalan-jalan yuk..!” ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. “Akh.., kayak nama perempuan..” celetuknya. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar.




















