Tubuh mereka rata-rata jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan kami, karena angkatanku rata-rata anak sekolahan, sedangkan mereka mungkin ada yang sudah beristri. Desi XXX Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik 100 derajat, tanganku gemetaran dan keringatku menguap karena kepalaku jadi sepanas tungku api. “Alex, mau pulang yah? Adik sudah berapa lama ikut Pak Heru (nama pelatihku)?”
“Baru setengah tahun Om.” Jawabku seraya nyengir. Rasanya gurih sekali dan asoy! aku cuma main-main.. “Bangun, cepat!” Perintah pelatih dengan suaranya yang berat. oohh! “Apa yang ketinggalan?”
“E.. Walaupun wajahku tidak terlalu cool tapi lumayanlah untuk beredar di pasaran. kalo-kalo..” Belum selesai kata-kataku, Kak Jefri mendekatiku dan bertanya dengan serius. “Oh, anu, itu.. Adik sudah berapa lama ikut Pak Heru (nama pelatihku)?”
“Baru setengah tahun Om.” Jawabku seraya nyengir. Tidak, sebenarnya.. Kakak anter yuk.” Tawarannya tidak bisa kutolak, refleks saja kepalaku mengangguk_walaupun rumahku cuma sejauh 3 blok dari klub ini_kami ke tempat parkir di bagian depan dan menuju ke barisan bagian kiri.




















