“Hooekk…” saya muntah berupa gumpalan kehijauan, tentu akibat minum sembarangan tadi. Kiko mengajakku ke apartemennya tetapi baru ada subway jam 4:30. XXX Hindi Setelah malamnya kami mencari ramen dan melakukan ML terus.Tetapi hari Minggunya, saya ganti aktivitas, setelah mengambil notebook dan baju di hotel (sebelumnya di rumah Kiko pakai boxer shorts saja) lalu kembali lagi ke tempat Kiko. Tidak lama kemudian kembali Kiko mengejang dan hidungku mendadak basah terkena cairan berbau khas yang meleleh. Lalu bisa dong ditebak, apa yang kami lakukan siang sampai malamnya. “Aaah.. Tidak tahan kubelai juga rambut Kiko yang tergerai di atas pahaku. Entah kenapa, saya merasa nyaman dan jantan sekali. Terasa bongkahan susunya yang besar enak sekali diremas. Jelas-jelas lagi enak. Kusingkirkan jasku lalu kutegakkan tubuh Kiko sejenak dan kubaringkan. Toh, lagipula jelas Kiko sadar dan pasti merasakan kalau si Jendral tegak di dekat kepalanya, lalu tanganku menyelinap ke balik jas hitamku mengelus paha mulus Kiko. Walaupun udara kamar tidak terlalu dingin, namun tetap saja kulit kami merinding terkena dinginnya udara pagi. Kiko hanya mendesah sambil tubuhnya menggeliat merapat.




















