JAM 2 SIANG. XXX Hindi apalagi Ayahku sempat menjadi politikus di salah satu partai nasionalis, yang mengklaim mempunyai jiwa marhaenisme.Sebenarnya aku tidak suka ikut berkecimpung di dunia kemunafikan ini, akan tetapi dalam posisi ini aku sebagai anak dari calon Bupati mau tidak mau ikut membantu Ayahku beserta tim suksesnya. Membuatnya terlarut dalam kenikmatan yang tiada tara. Istirahat dulu wae semalem”“Ga ah, Aku ga nginep, tak istirahat sebentar wae disini ya, ga papa toh?”“Ya gapapa to yaa, santai wae mas ganteeeng” ucapnya menunduk ketika bilang ‘ganteng’.“Weh weh Aku di bribik iki, hahaha”“Lho pancen ganteng toh, moso ayu? Ooooh……!”Aku terus menjilati kemaluan Reza. H-1 Aku di sms Reza, sekedar basa basi dan menanyakan kabar, sekaligus Reza mendoakan agar besok Ayah yang memenangkan pemilihan umum. JAM 2 SIANG. Intinya aku meminta untuk semua warga untuk datang ke lapangan, Desa Karanganyar, 14 Mei, jam 2 siang.*****
Tiba saat hari H kampanye kedua Ayahku, jujur saja saat ini aku harap harap cemas, karena sebelumnya saat kampanye pertama yang di handle oleh Ibuku sekitar 2000 orang hadir, mengubah tempat acara kampanye berlangsung menjadi merah, dengan logo
















