Mau dijadiin apa saja juga mau,”“Idihh.. XXX Hindi Kali ini suamiku berhenti tertawa dan agak mendongal kaget.“Kenapa, Dek?” tanyanya heran.Kami bertiga sama-sama kaget, suamiku nampaknya juga menyadari apa yang terjadi. Aku sudah menghunus rudalku..”Sambil menjawab mesra, aku menekan pantat Eki agar segera memaju-mundurkan kontolnya dalam tempikku. Matanya menunduk melihat ke perutku. Tak tahu kenapa bisa senafsu itu dekat dengan anak SMP ini. Mukanya nampak manis sekali pagi itu. Kami sama-sama terengah-engah menikmati puncak yang barusan kami daki.“Ohhh…” Sejenak kemudian aku lepaskan pantatku dari kontolnya.“Udah, Ndun. Kamu itu ngapain?” bentaknya.Eki ketakutan setengah mati. Tapi suamiku memegang pundakku, yang kupikir mengijinkan kejadian ini. Aku menjadi seperti mesin seks. Bu, maafkan saya ya, Bu,” jawab Eki hampir tak kedengaran.Tangannya gemetar di atas perutku. Untungnya esok itu hari libur, jadi aku tidak harus buru-buru menyiapkan sekolah anak-anak.Hari-hari selanjutnya berlalu dengan luar biasa.




















