Ughh… semprotannya juga kencang, aku langsung merasa mules karena perutku yang langsung kembung. Bokep jepang Untuk sekarang aku bersyukur kalau aku masih hidup. Bahkan aku sampai orgasme hanya dalam hitungan menit.“Nggghhh… Mita sampeeeee….” crrtttt crrttttTentu saja mereka semua tertawa puas melihat aku orgasme gini. Sumpah aku takut! Air mataku mengalir.“Hahaha… sip, kamu resmi jadi betina kita yang siap disembelih” katanya cengengesan. Weeeek” ucapku dengan gaya imut. Dia mengatakan kalau itu bentuk pemujaan terhadap tubuh wanita. Hehehe” ucap pak Jun.“Iya…” jawabku tersenyum. Benar-benar biadap pria ini. Pastinya daging perempuan muda. Pria itu masih di sana. Sedangkan Pak Jun kemudian memasukkan sebuah selang ke dalam mulutku.Aku dicekoki berliter-liter air yang tidak habis-habisanya dari selang sampai aku muntah-muntah. Buah dadaku diremas-remas, putingku ditarik dan dipilin, vaginaku juga diraba-raba. Memang tidak ada gunanya berteriak karena sepertinya tidak akan terdengar dari luar. Air mataku tak henti-hentinya mengalir karena ketakutan melihatnya. Dia mengatakan kalau itu bentuk pemujaan terhadap tubuh wanita. Tapi bebaskan saya dari sini… Saya gak akan lapor siapa-siapa… Tolong pak… bebaskan saya”“Hehehe… Saya gak butuh uang kamu… Sekarang mandi” suruhnya lagi.Aku hanya bisa




















