Belum lagi remasan tangan Pak Wid yang tak kalah membangkitkan nafsunya. Berlahan Lia kemudian berjalan mendekati Pak Wid yang kini nampak bersandar pada meja kerjanya.“Pak, saya dapat tugas nih dari Pak Tio, sepertinya yang tadi musti kita tunda dulu…”.Lia tersenyum menggoda sambil memegang dasi yang dikenakan oleh atasannya tersebut. Desi XXX He he”.“Mau dicium…”.Pak Wid pun langung mendekatkan bibirnya ke bibir Lia, namun wanita cantik itu menghentikannya.“Tapi ciumnya nggak di sini”, Lia menunjuk ke arah bibirnya.Pak Wid mengerutkan keningnya. Tanpa bisa ia tahan bulir air mata terlihat mengalir dari pinggir mata lentik Lia.“Oooh… sempit banget pantatmu Lia!”.“Aaakkh… aaakkh…Paakk…!!”.“Oooh…”.“Sa… sakit Pak… aaakhh…!”.Ini memang bukanlah anal seks pertama bagi Lia. Berlahan Lia kemudian berjalan mendekati Pak Wid yang kini nampak bersandar pada meja kerjanya.“Pak, saya dapat tugas nih dari Pak Tio, sepertinya yang tadi musti kita tunda dulu…”.Lia tersenyum menggoda sambil memegang dasi yang dikenakan oleh atasannya tersebut. “Bapak sih suka ngemutin makanya jadi “bengkak” nih he he”.“Ih kamu ini ya, benar-benar menggemaskan he he”.Pak Wid merangkulkan kedua tangannya di pinggang Lia yang sedang duduk di atas meja.




















