“berapa yang kamu minta, kalau hanya sekedar sales jangan pasang tarif tinggi..”Aku semakin garang ketika dia melecehkan pekerjaanku. Desi porn Aku pun minta solusi dengannya, agar aku dicarikan pekerjaan. Orangtuaku dipanggil di kampus mereka sangat kecewa dengan ku karena aku telah membohonginya. Baru dua langkah aja, terdengar ada yang membuka pintu. Singkat cerita, aku menjadi seorang sales kosmetik yang menawarkannya dari rumah ke rumah. Aku mahasiswi akuntansi semester 3, sampai sekarang aku masih melewati aktivitas seperti biasa dan belum juga wisuda. Uang saku selalu aja minta lebih, ada saja yang harus dibayarkan. Sesampainya di rumah aku dilontarkan berbagai macam pertanyaan hingga aku menangis. Dan mengambilkan uang di kamarnya, dia berikan kepadaku. Aku pun kembali ke depan pintu itu,
“cari siapa mbak?” ucap pria separuh baya itu.“hmmmm,,ini pak saya mau menawarkan kosmetik, ibunya ada pak?”
“oohh…ya silahkan masuk….” Pria itu memandangiku dengan tajam.


















