“Aaaargggggghhhh….”, rintihku kesakitan. Video Bokep Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku pun sangat terpaksa. “Boleh ga saya kirim?”, tanya Chandra.“Hapus ga lu?!”, perintahku. Chandra senyum-senyum sambil memainkan alisnya naik turun sehingga kacamatanya ikut bergerak.“Tapi mas…”, aku coba menjelaskan. Candra juga entah telah menggunakan obat apa yang membuatnya bisa setangguh ini.“Lu mau cobain ga bro?”, tanya Candra kepada Dwi. Aku putuskan untuk beristirahat, ketika Mas Wahyu pulang, entah apa harus aku menceritakannya atau merahasiakannya. Apalagi aku tahu, Mas Wahyu seorang polisi, itu akan menjadi aib baginya jika video kami tersebar.Candra melahap bibirku seperti orang yang kerasukan, kurasakan ludahnya sudah banyak masuk ke dalam mulutku. Aku pikir kalau dia macam-macam, aku bisa melawannya, apalagi tubuhnya kerempeng begitu, aku juga bisa saja teriak minta tolong.“Nama gue Chandra…”, dia memperkenalkan diri sambil ingin berjabat tangan denganku. Aku memang sudah tahu apa yang dia inginkan.



















