Begitu ramainya sampai akhirnya halaman depan rumahku dijadikan pangkalan ojek. Pasien sudah sepi, dan aku sudah merasa sangat mengantuk. XXX Hindi Tambah kugoda lagi (meskipun tetap dengan mimik muka serius, bahkan penuh belas kasihan): “coba to ceritakan yang jelas, seperti apa yang dilakukan si Kasno dalam mimpimu itu?”Akhirnya si Suminem ini tampaknya berhasil menguatkan hatinya. Biarin saja. Kemudian aku menghela napas dan berkata: “aku juga harus melakukan yang sama Nduk. Aku mengaduh dan terbanting ke lantai. iya Mbah..” katanya bergetar: “di pipis saya.. sempit sekali. Dia memandang padaku dengan polos: “Sudah, Mbah” katanya. aku semakin menggila. Kukeluarkan tembakan terkhirku: “Nduk, Nduk, Mbah rasa ajiannya si Kasno sudah berhasil Mbah hilangkan. Sekarang suaraku berubah penuh wibawa: “sekarang, untuk menghilangkan ilmu hitam itu, kamu harus nglakoni persis sama dengan mimpimu itu” kataku: “buka bajumu, Nduk”. pikirmu si Suminem kuwi bocah nakal tukang goda wong lanang? Tangannya ngapurancang di depan celana dalamnya. Biar cepet selesai”.



















